<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Fanez's Weblog</title>
	<atom:link href="http://fanez.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fanez.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Apr 2008 04:25:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='fanez.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Fanez's Weblog</title>
		<link>http://fanez.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://fanez.wordpress.com/osd.xml" title="Fanez&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://fanez.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Teknik Konfigurasi LAN</title>
		<link>http://fanez.wordpress.com/2008/04/30/teknik-konfigurasi-lan/</link>
		<comments>http://fanez.wordpress.com/2008/04/30/teknik-konfigurasi-lan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 03:26:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fanez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fanez.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Kuliah Umum IlmuKomputer.Com Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com 1 Jaka Fahrial fahrial@telkom.net Mengenal LAN TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah sekelompok protokol yang mengatur komunikasi data komputer di internet. Komputer-komputer yang terhubung ke internet berkomunikasi dengan protokol TCP/IP, karena menggunakan bahasa yang sama perbedaan jenis komputer dan sistem operasi tidak menjadi masalah. Komputer PC dengan sistem [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fanez.wordpress.com&amp;blog=2278884&amp;post=37&amp;subd=fanez&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><a title="Teknik Konfigurasi LAN" rel="bookmark" href="../teknik-konfigurasi-lan/"><br />
</a></h2>
<div class="snap_preview">
<p>Kuliah Umum IlmuKomputer.Com<br />
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com<br />
1</p>
<p>Jaka Fahrial<br />
fahrial@telkom.net<br />
Mengenal LAN<br />
TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah sekelompok protokol yang<br />
mengatur komunikasi data komputer di internet. Komputer-komputer yang terhubung ke internet<br />
berkomunikasi dengan protokol TCP/IP, karena menggunakan bahasa yang sama perbedaan jenis<br />
komputer dan sistem operasi tidak menjadi masalah. Komputer PC dengan sistem operasi Windows<br />
dapat berkomunikasi dengan komputer Macintosh atau dengan Sun SPARC yang menjalankan<br />
solaris. Jadi, jika sebuah komputer menggunakan protokol TCP/IP dan terhubung langsung ke<br />
internet, maka komputer tersebut dapat berhubungan dengan komputer di belahan dunia mana pun<br />
yang juga terhubung ke internet.<span id="more-37"></span><br />
Ciri-ciri jaringan komputer:<br />
1. berbagi perangkat keras (hardware).<br />
2. berbagi perangkat lunak (software).<br />
3. berbagi saluran komunikasi (internet).<br />
4. berbagi data dengan mudah.<br />
5. memudahkan komunikasi antar pemakai jaringan.<br />
Local Area Network (LAN) adalah sejumlah komputer yang saling dihubungkan bersama di dalam<br />
satu areal tertentu yang tidak begitu luas, seperti di dalam satu kantor atau gedung. Secara garis<br />
besar terdapat dua tipe jaringan atau LAN, yaitu jaringan Peer to Peer dan jaringan Client-Server.<br />
Pada jaringan peer to peer, setiap komputer yang terhubung ke jaringan dapat bertindak baik sebagai<br />
workstation maupun server. Sedangkan pada jaringan Client-Server, hanya satu komputer yang<br />
bertugas sebagai server dan komputer lain berperan sebagai workstation. Antara dua tipe jaringan<br />
tersebut masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan, di mana masing-masing akan<br />
dijelaskan.<br />
LAN tersusun dari beberapa elemen dasar yang meliputi komponen hardware dan software, yaitu<br />
1. Komponen Fisik<br />
Personal Computer (PC), Network Interface Card (NIC), Kabel, Topologi jaringan.<br />
Lisensi Dokumen:<br />
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com<br />
Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan<br />
disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat<br />
tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang<br />
disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan<br />
ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari IlmuKomputer.Com.<br />
Kuliah Umum IlmuKomputer.Com<br />
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com<br />
2<br />
2. Komponen Software<br />
Sistem Operasi Jaringan, Network Adapter Driver, Protokol Jaringan.<br />
Personal Komputer (PC)<br />
Tipe personal komputer yang digunakan di dalam jaringan akan sangat menentukan unjuk kerja dari<br />
jaringan tersebut. Komputer dengan unjuk kerja tinggi akan mampu mengirim dan mengakses data<br />
dalam jaringan dengan cepat. Di dalam jaringan tipe Client-Server, komputer yang difungsikan<br />
sebagai server mutlak harus memiliki unjuk kerja yang lebih tinggi dibandingkan komputerkomputer<br />
lain sebagai workstation-nya, karena server akan bertugas menyediakan fasilitas dan<br />
mengelola operasional jaringan tersebut.<br />
Network Interface Card (NIC)<br />
Berdasarkan tipe bus, ada beberapa tipe network interface card (nic) atau network card, yaitu ISA<br />
dan PCI.<br />
Saat ini terdapat jenis network card yang banyak digunakan, yaitu PCI<br />
Gambar 1.1. Jenis kartu jaringan<br />
Ethernet<br />
Dalam jaringan dengan protocol akses CSMA/CD atau Carrier Sense Multiple Access with Collision<br />
Detection, suatu node (A) yang akan mengirimkan data akan memeriksa dahulu kondisi jalur data.<br />
Bila tidak terdapat aliran data/kosong maka node tersebut akan mengirimkan datanya dan bila node<br />
lain (B) yang sedang menggunakan jalur data maka node (A) akan menunggu dan akan mencoba<br />
memeriksa kembali. Dalam protocol akses ini dimungkinkan pada suatu saat terjadi beberapa node<br />
mengirimkan datanya secara bersamaan sehingga mengakibatkan collision atau tabrakan. Dalam<br />
kondisi demikian node-node tersebut akan batal mengirimkan data dan akan mencobanya kembali<br />
bila jalur tidak sibuk.<br />
Kuliah Umum IlmuKomputer.Com<br />
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com<br />
3<br />
Gambar 1.2. Protocol akses CSMA/CD<br />
Tipe Pengkabelan<br />
Terdapat beberapa tipe pengkabelan yang biasa digunakan dan dapat digunakan untuk<br />
mengaplikasikan Windows, yaitu:<br />
1. Thin Ethernet (Thinnet)<br />
Thin Ethernet atau Thinnet memiliki keunggulan dalam hal biaya yang relatif lebih murah<br />
dibandingkan dengan tipe pengkabelan lain, serta pemasangan komponennya lebih mudah. Panjang<br />
kabel thin coaxial/RG-58 antara 0.5 – 185 m dan maksimum 30 komputer terhubung.<br />
2. Thick Ethernet (Thicknet)<br />
Dengan thick Ethernet atau thicknet, jumlah komputer yang dapat dihubungkan dalam jaringan akan<br />
lebih banyak dan jarak antara komputer dapat diperbesar, tetapi biaya pengadaan pengkabelan ini<br />
lebih mahal serta pemasangannya relatif lebih sulit dibandingkan dengan Thinnet. Pada Thicknet<br />
digunakan transceiver untuk menghubungkan setiap komputer dengan sistem jaringan dan konektor<br />
yang digunakan adalah konektor tipe DIX. Panjang kabel transceiver maksimum 50 m, panjang<br />
kabel Thick Ethernet maksimum 500 m dengan maksimum 100 transceiver terhubung.<br />
Gambar 1.3. Kabel thicknet dan thinnet<br />
3. Twisted Pair Ethernet<br />
Kabel Twisted Pair ini terbagi menjadi dua jenis yaitu shielded dan unshielded. Shielded adalah jenis<br />
kabel yang memiliki selubung pembungkus sedangkan unshielded tidak mempunyai selubung<br />
pembungkus. Untuk koneksinya kabel jenis ini menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45.<br />
Pada twisted pair (10 BaseT) network, komputer disusun membentuk suatu pola star. Setiap PC<br />
memiliki satu kabel twisted pair yang tersentral pada HUB. Twisted pair umumnya lebih handal<br />
Kuliah Umum IlmuKomputer.Com<br />
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com<br />
4<br />
(reliable) dibandingkan dengan thin coax karenaHUB mempunyai kemampuan data error correction<br />
dan meningkatkan kecepatan transmisi.<br />
Saat ini ada beberapa grade, atau kategori dari kabel twisted pair. Kategori 5 adalah yang paling<br />
reliable dan memiliki kompabilitas yang tinggi, dan yang paling disarankan. Berjalan baik pada<br />
10Mbps dan Fast Ethernet (100Mbps). Kabel kategori 5 dapat dibuat straight-through atau crossed.<br />
Kabel straight through digunakan untuk menghubungkan komputer ke HUB. Kabel crossed<br />
digunakan untuk menghubungkan HUB ke HUB. Panjang kabel maksimum kabel Twisted-Pair<br />
adalah 100 m.<br />
Gambar 1.4. Kabel UTP, STP dan konektor rj-45<br />
4. Fiber Optic<br />
Jaringan yang menggunakan Fiber Optic (FO) biasanya perusahaan besar, dikarenakan harga dan<br />
proses pemasangannya lebih sulit. Namun demikian, jaringan yang menggunakan FO dari segi<br />
kehandalan dan kecepatan tidak diragukan. Kecepatan pengiriman data dengan media FO lebih dari<br />
100Mbps dan bebas pengaruh lingkungan.<br />
Gambar 1.5. Kabel fiber optik<br />
Protokol TCP/IP<br />
Karena penting peranannya pada sistem operasi Windows dan juga karena protokol TCP/IP<br />
merupakan protokol pilihan (default) dari Windows. Protokol TCP berada pada lapisan Transport<br />
model OSI (Open System Interconnection), sedangkan IP berada pada lapisan Network mode OSI<br />
IP Address<br />
IP address adalah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan peralatan jaringan yang<br />
menggunakan protokol TCP/IP. IP address terdiri atas 32 bit angka biner yang dapat dituliskan<br />
sebagai empat kelompok angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.168.0.1.<br />
Kuliah Umum IlmuKomputer.Com<br />
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com<br />
5<br />
Tabel 1.1. Contoh IP address<br />
Network ID Host ID<br />
192 168 0 1<br />
IP address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID, dimana network ID menentukan<br />
alamat jaringan komputer, sedangkan host ID menentukan alamat host (komputer, router, switch).<br />
Oleh sebab itu IP address memberikan alamat lengkap suatu host beserta alamat jaringan di mana<br />
host itu berada.<br />
Kelas-kelas IP Address<br />
Untuk mempermudah pemakaian, bergantung pada kebutuhan pemakai, IP address dibagi dalam tiga<br />
kelas seperti diperlihatkan pada tabel 1.2.<br />
Table 1.2 Kelas IP Address<br />
Kelas Network ID Host ID Default Subnet Mask<br />
A xxx.0.0.1 xxx.255.255.254 255.0.0.0<br />
B xxx.xxx.0.1 xxx.xxx.255.254 255.255.0.0<br />
C xxx.xxx.xxx.1 xxx.xxx.xxx.254 255.255.255.0<br />
IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Range IP<br />
1.xxx.xxx.xxx. – 126.xxx.xxx.xxx, terdapat 16.777.214 (16 juta) IP address pada tiap kelas A. IP<br />
address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Pada IP address<br />
kelas A, network ID ialah 8 bit pertama, sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya.<br />
Dengan demikian, cara membaca IP address kelas A, misalnya 113.46.5.6 ialah:<br />
Network ID = 113<br />
Host ID = 46.5.6<br />
Sehingga IP address diatas berarti host nomor 46.5.6 pada network nomor 113.<br />
IP address kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar. Pada IP<br />
address kelas B, network ID ialah 16 bit pertama, sedangkan host ID ialah 16 bit berikutnya. Dengan<br />
demikian, cara membaca IP address kelas B, misalnya 132.92.121.1<br />
Network ID = 132.92<br />
Host ID = 121.1<br />
Sehingga IP address di atas berarti host nomor 121.1 pada network nomor 132.92. dengan panjang<br />
host ID 16 bit, network dengan IP address kelas B dapat menampung sekitar 65000 host. Range IP<br />
128.0.xxx.xxx – 191.155.xxx.xxx<br />
IP address kelas C awalnya digunakan untuk jaringan berukuran kecil (LAN). Host ID ialah 8 bit<br />
terakhir. Dengan konfigurasi ini, bisa dibentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing<br />
network memiliki 256 IP address. Range IP 192.0.0.xxx – 223.255.255.x.<br />
Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah proses memilih network Id dan host ID yang tepat<br />
untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai,<br />
yaitu mengalokasikan IP address seefisien mungkin.<br />
Domain Name System (DNS)<br />
Domain Name System (DNS) adalah suatu sistem yang memungkinkan nama suatu host pada<br />
jaringan komputer atau internet ditranslasikan menjadi IP address. Dalam pemberian nama, DNS<br />
menggunakan arsitektur hierarki.<br />
1. Root-level domain: merupakan tingkat teratas yang ditampilkan sebagai tanda titik (.).<br />
2. Top level domain: kode kategori organisasi atau negara misalnya: .com untuk dipakai oleh<br />
perusahaan; .edu untuk dipakai oleh perguruan tinggi; .gov untuk dipakai oleh badan<br />
Kuliah Umum IlmuKomputer.Com<br />
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com<br />
6<br />
pemerintahan. Selain itu untuk membedakan pemakaian nama oleh suatu negara dengan<br />
negara lain digunakan tanda misalnya .id untuk Indonesia atau .au untuk australia.<br />
3. Second level domain: merupakan nama untuk organisasi atau perusahaan, misalnya:<br />
microsoft.com; yahoo.com, dan lain-lain.<br />
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)<br />
IP address dan subnet mask dapat diberikan secara otomatis menggunakan Dynamic Host<br />
Configuration Protocol atau disi secara manual.<br />
DHCP berfungsi untuk memberikan IP address secara otomatis pada komputer yang menggunakan<br />
protokol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasi client-server, dimana DHCP server menyediakan<br />
suatu kelompok IP address yang dapat diberikan pada DHCP client. Dalam memberikan IP address<br />
ini, DHCP hanya meminjamkan IP address tersebut. Jadi pemberian IP address ini berlangsung<br />
secara dinamis.<br />
Topologi Jaringan adalah gambaran secara fisik dari pola hubungan antara komponen-komponen<br />
jaringan, yang meliputi server, workstation, hub dan pengkabelannnya. Terdapat tiga macam<br />
topologi jaringan umum digunakan, yaitu Bus, Star dan Ring.<br />
Topologi Bus<br />
Pada topologi Bus digunakan sebuah kabel tunggal atau kabel pusat di mana seluruh workstation dan<br />
server dihubungkan. Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan<br />
workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain. Kelemahan<br />
dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan<br />
akan mengalami gangguan.<br />
Gambar 1.6. Topologi Bus<br />
1. Topologi Star<br />
Pada topologi Star, masing-masing workstation dihubungkan secara langsung ke server atau hub.<br />
Keunggulan dari topologi tipe Star ini adalah bahwa dengan adanya kabel tersendiri untuk setiap<br />
workstation ke server, maka bandwidth atau lebar jalur komunikasi dalam kabel akan semakin lebar<br />
sehingga akan meningkatkan unjuk kerja jaringan secara keseluruhan. Dan juga bila terdapat<br />
gangguan di suatu jalur kabel maka gangguan hanya akan terjadi dalam komunikasi antara<br />
workstation yang bersangkutan dengan server, jaringan secara keseluruhan tidak mengalami<br />
gangguan. Kelemahan dari topologi Star adalah kebutuhan kabel yang lebih besar dibandingkan<br />
dengan topologi lainnya.<br />
Kuliah Umum IlmuKomputer.Com<br />
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com<br />
7<br />
Gambar 1.7. Topologi star<br />
2. Topologi Ring<br />
Di dalam topologi Ring semua workstation dan server dihubungkan sehingga terbentuk suatu pola<br />
lingkaran atau cincin. Tiap workstation ataupun server akan menerima dan melewatkan informasi<br />
dari satu komputer ke komputer lain, bila alamat- alamat yang dimaksud sesuai maka informasi<br />
diterima dan bila tidak informasi akan dilewatkan.<br />
Kelemahan dari topologi ini adalah setiap node dalam jaringan akan selalu ikut serta mengelola<br />
informasi yang dilewatkan dalam jaringan, sehingga bila terdapat gangguan di suatu node maka<br />
seluruh jaringan akan terganggu.<br />
Keunggulan topologi Ring adalah tidak terjadinya collision atau tabrakan pengiriman data seperti<br />
pada topologi Bus, karena hanya satu node dapat mengirimkan data pada suatu saat.<br />
Gambar 1.8. Topologi ring<br />
Network Adapter Card<br />
Setiap network card akan memiliki driver atau program yang berfungsi untuk mengaktifkan dan<br />
mengkonfigurasi network adapter tersebut disesuaikan dengan lingkungan dimana network card<br />
tersebut dipasang agar dapat digunakan untuk melakukan komunikasi data.<br />
Sistem Operasi Jaringan<br />
Untuk mengelola suatu jaringan diperlukan adanya sistem operasi jaringan. Sistem operasi jaringan<br />
dibedakan menjadi dua berdasarkan tipe jaringannnya, yaitu sistem operasi client-server dan sistem<br />
operasi jaringan peer to peer.<br />
Kuliah Umum IlmuKomputer.Com<br />
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com<br />
8<br />
1. Jaringan Client-Server<br />
Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer-komputer lain didalam jaringan<br />
dan client adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan<br />
oleh server. Server dijaringan tipe client-server disebut dengan Dedicated Server karena murni<br />
berperan sebagai server yang menyediakan fasilitas kepada workstation dan server tersebut tidak<br />
dapat berperan sebagai workstation.<br />
Keunggulan<br />
1. Kecepatan akses lebih tinggi karena penyediaan fasilitas jaringan dan pengelolaannya<br />
dilakukan secara khusus oleh satu komputer (server) yang tidak dibebani dengan tugas lain<br />
sebagai workstation.<br />
2. Sistem keamanan dan administrasi jaringan lebih baik, karena terdapat seorang pemakai yang<br />
bertugas sebagai administrator jaringan, yang mengelola administrasi dan sistem keamanan<br />
jaringan.<br />
3. Sistem backup data lebih baik, karena pada jaringan client-server backup dilakukan terpusat<br />
di server, yang akan membackup seluruh data yang digunakan di dalam jaringan.<br />
Kelemahan<br />
1. Biaya operasional relatif lebih mahal.<br />
2. Diperlukan adanya satu komputer khusus yang berkemampuan lebih untuk ditugaskan<br />
sebagai server.<br />
3. Kelangsungan jaringan sangat tergantung pada server. Bila server mengalami gangguan maka<br />
secara keseluruhan jaringan akan terganggu.<br />
2. Jaringan Peer To Peer<br />
Bila ditinjau dari peran server di kedua tipe jaringan tersebut, maka server di jaringan tipe peer to<br />
peer diistilahkan non-dedicated server, karena server tidak berperan sebagai server murni melainkan<br />
sekaligus dapat berperan sebagai workstation.<br />
Keunggulan<br />
1. Antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi-pakai fasilitas yang dimilikinya seperti:<br />
harddisk, drive, fax/modem, printer.<br />
2. Biaya operasional relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe jaringan client-server, salah<br />
satunya karena tidak memerlukan adanya server yang memiliki kemampuan khusus untuk<br />
mengorganisasikan dan menyediakan fasilitas jaringan.<br />
3. Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server. Sehingga bila salah satu<br />
komputer/peer mati atau rusak, jaringan secara keseluruhan tidak akan mengalami gangguan.<br />
Kelemahan<br />
1. Troubleshooting jaringan relatif lebih sulit, karena pada jaringan tipe peer to peer setiap<br />
komputer dimungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi yang ada. Di jaringan client-server,<br />
komunikasi adalah antara server dengan workstation.<br />
2. Unjuk kerja lebih rendah dibandingkan dengan jaringan client-server, karena setiap<br />
komputer/peer disamping harus mengelola pemakaian fasilitas jaringan juga harus mengelola<br />
pekerjaan atau aplikasi sendiri.<br />
3. Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user dengan mengatur keamanan<br />
masing-masing fasilitas yang dimiliki.<br />
4. Karena data jaringan tersebar di masing-masing komputer dalam jaringan, maka backup<br />
harus dilakukan oleh masing-masing komputer tersebut.<br />
Kuliah Umum IlmuKomputer.Com<br />
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com<br />
9<br />
Instalasi dan Konfigurasi Komponen Network<br />
pada Windows 98<br />
Untuk menggunakan fasilitas dan komponen jaringan yang ada pada Windows98, harus terlebih<br />
dahulu menginstall dan mengkonfigurasinya. Tulisan ini akan mendiskusikan bagaimana cara untuk<br />
menginstall dan mengkonfigurasi komponen-komponen jaringan.<br />
Proses pertama memberi nama komputer (unik) untuk memastikan bahwa komputer yang dipakai<br />
dapat dikenali oleh pemakai komputer lain yang terhubung di dalam jaringan komputer.<br />
Menginstall hardware, software untuk membuat komputer terhubung ke dalam jaringan, dan<br />
kemudian mengkonfigurasi protokol yang digunakan komputer untuk “berkomunikasi” dengan<br />
komputer lain.<br />
Tulisan ini bertujuan untuk:<br />
1. Mengidentifikasi komputer di dalam jaringan<br />
2. Memberi nama komputer<br />
3. Menginstall dan mengkonfigurasi kartu jaringan<br />
4. Menginstall protokol jaringan<br />
5. Mengkonfigurasi TCP/IP<br />
1. Mengidentifikasi komputer di dalam jaringan<br />
Berikan nama komputer yang unik untuk mengidentifikasi komputer yang akan digunakan agar<br />
dapat “berkomunikasi” dengan komputer lain di dalam jaringan.<br />
2. Memberi nama komputer<br />
Komputer dengan sistem operasi Windows98 di dalam jaringan komputer harus menggunakan nama<br />
yang unik untuk menghindari adanya tumpang-tindih dengan komputer lain.<br />
Note:<br />
Your computer name can have up to 15 characters name, and should contain no blank spaces.<br />
Although Windows98 allows you to enter spaces in a computer name, spaces can cause problems<br />
with network connectivity. For example, MS-DOS clients cannot connect to a computer with spaces<br />
in its name. The names are not case sensitive.<br />
Computer Description<br />
Anda bisa saja mengabaikan deskripsi komputer yang dipakai. Deskripsi komputer akan terlihat oleh<br />
orang lain pada saat browsing di jaringan, bila Anda mengisi computer descripton.<br />
Ikuti prosedur dibawah untuk memberikan nama untuk komputer:<br />
1. Pilih Start, Settings, dan Control Panel.<br />
2. Double-klik ikon Network dan klik tab Identification (gambar 3.1).<br />
3. Masukkan nama komputer, workgroup dan deskripsi komputer untuk komputer yang akan<br />
digunakan.<br />
4. Klik OK.<br />
Kuliah Umum IlmuKomputer.Com<br />
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com<br />
10<br />
Gambar 2.1. Mengidentifikasi komputer di dalam jaringan<br />
3. Menginstall dan Mengkonfigurasi Network Adapter Card<br />
Network adapter card (kartu jaringan) harus dipasang di dalam komputer, agar komputer yang dapat<br />
“berinteraksi” di dalam jaringan. Kartu jaringan menggunakan media fisik untuk tipe network, media<br />
dan protokol.<br />
Windows98 mendukung beberapa tipe network, yaitu:<br />
1. Ethernet,<br />
2. Token Ring,<br />
3. Attached Resource Computer Network (ARCNet),<br />
4. Fiber Distributed Data Interface (FDDI),<br />
5. Wireless, infrared,<br />
6. Asynchronous Transfer Mode (ATM).<br />
Windows 98 mendukung 4 buah kartu jaringan sekaligus di dalam 1 komputer. Setelah memasang<br />
kartu jaringan selanjutnya, memasang driver kartu jaringan. Untuk menginstall dan mengkonfigurasi<br />
kartu jaringan dilakukan dengan cara icon Add New Hardware Wizard atau Network di Control<br />
Panel.<br />
Kuliah Umum IlmuKomputer.Com<br />
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com<br />
11<br />
Gambar 2.2. Menginstall kartu jaringan<br />
Windows 98 secara otomatis memberikan interrupt request (IRQ) dan input/output (I/O) address<br />
untuk kartu jaringan. The base I/O port address defines a memory address through which data will<br />
flow to and from the adapter.<br />
Prosedur yang dilakukan untuk menginstall dan mengkonfigurasi kartu jaringan:<br />
1. Control Panel, double-klik icon Network.<br />
2. Pilih tab Configuration, klik Add.<br />
3. Setelah itu muncul kotak dialog Select Network Component Type, klik Adapter, lalu klik Add.<br />
4. Pilih jenis adapter yang digunakan, setelah itu klik OK.<br />
5. Klik OK untuk menutup kotak dialog Network Properties.<br />
Setelah meng-copy file yang dibutuhkan untuk menginstall kartu jaringan, Windows 98 akan<br />
me-restart komputer.<br />
6. Setelah komputer di-restart, konfigurasi kartu jaringan dari Control Panel dan double-klik icon<br />
Network.<br />
7. Pilih Adapter, lalu klik Properties.<br />
4. Menginstall Protokol Jaringan<br />
Untuk dapat “berkomunikasi” antara dua buah komputer atau lebih dalam jaringan komputer,<br />
gunakan protokol yang sering (umum) digunakan.<br />
Prosedur yang dilakukan untuk menginstall protokol jaringan:<br />
1. Buka Control Panel dan double-klik ikon Network.<br />
2. Dalam tab Configurasi klik Add.<br />
3. Pada kotak dialog Select Network Component Type, pilih Protocol dan klik Add.<br />
4. Pilih Manufacturer dan Network Protocol dan klik OK. (lihat Gambar 4.3).<br />
Kuliah Umum IlmuKomputer.Com<br />
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com<br />
12<br />
Gambar 2.3. Menginstall protokol jaringan<br />
Windows98 menyediakan multiple-protokol di dalam satu komputer meliputi<br />
1. NetBIOS Enhanced User Interface (NetBEUI)􀃆 protokol sederhana yang dapat digunakan<br />
untuk hubungan LAN sederhana dengan hanya satu subnet yang bekerja berdasarkan penyiaran<br />
(broadcast base).<br />
2. Internetwork Packet Exchange/Sequenced Packet Exchange (IPX/SPX)􀃆 protokol yang<br />
digunakan dalam lingkungan Novell NetWare. IPX/SPX tidak direkomendasikan untuk<br />
penggunan non-NetWare, karena IPX/SPX tidak universal seperti TCP/IP.<br />
3. Microsoft Data-link Control(DLC)􀃆 dibuat oleh IBM digunakan untuk IBM mainframe dan<br />
AS/400.<br />
4. Transmission Control Protocol/Internet Protokol(TCP/IP)􀃆 protokol standar yang umum<br />
digunakan.<br />
5. Fast Infrared Protocol 􀃆 digunakan secara wireless (tanpa kabel), protokol yang mendukung<br />
penggunaan hubungan jarak dekat dengan menggunakan infrared. IrDA (infrared Data<br />
Association) digunakan antara lain oleh komputer, kamera, printer, dan personal digital<br />
assistant (PDA) untuk saling berkomunikasi.<br />
6. Asynchronous Transfer Mode (ATM)􀃆 teknologi jaringan high-speed yang mampu mengirim<br />
data, suara, dan video secara real-time.<br />
5. Mengkonfigurasi TCP/IP<br />
Implementasi TCP/IP pada Windows98 meliputi protokol standar TCP/IP, kompatible dengan<br />
TCP/IP berbasis jaringan. Protokol standar TCP/IP termasuk:<br />
1. Internet Protocol,<br />
2. Transmission Control Protocol (TCP),<br />
3. Internet Control Message Protocol (ICMP),<br />
4. Address Resolusion Protocol (ARP),<br />
5. User Datagram Protocol (UDP).<br />
TCP/IP harus dikonfigurasikan sebelum dahulu agar bisa “berkomunikasi” di dalam jaringan<br />
komputer. Setiap kartu jaringan komputer yang telah diinstall memerlukan IP address dan subnet<br />
mask. IP address harus unik (berbeda dengan komputer lain), subnet mask digunakan untuk<br />
membedakan network ID dari host ID.<br />
Memberikan IP Address<br />
IP address dan subnet mask dapat diberikan secara otomatis menggunakan Dynamic Host<br />
Configuration Protocol (DHCP) atau disi secara manual.<br />
Kuliah Umum IlmuKomputer.Com<br />
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com<br />
13<br />
Gambar 2.4. IP address dalam TCP/IP properties<br />
Prosedur yang dilakukan untuk mengisikan IP address:<br />
1. Buka Control Panel dan double-klik icon Network.<br />
2. Di dalam tab Configuration, klik TCP/IP yang ada dalam daftar untuk kartu jaringan yang telah<br />
diinstall.<br />
3. Klik Properties.<br />
4. Di dalam tab IP Address, terdapat 2 pilihan:<br />
* Obtain an IP address automatically<br />
IP address akan diperoleh melalui fasilitas DHCP. DHCP berfungsi untuk memberikan IP address<br />
secara otomatis pada komputer yang menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasi<br />
client-server, dimana DHCP server menyediakan suatu kelompok IP address yang dapat diberikan<br />
pada DHCP client. Dalam memberikan IP address ini, DHCP hanya meminjamkan IP address<br />
tersebut. Jadi pemberian IP address ini berlangsung secara dinamis.<br />
* Specify an IP address<br />
IP address dan subnet mask diisi secara manual.<br />
Kuliah Umum IlmuKomputer.Com<br />
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com<br />
14<br />
Important<br />
If you use a static IP address, make sure the address is accurate. If you assign an incorrect number,<br />
your computer may not able to communicate on the network. You should also prevent another user<br />
from being able to use the network.<br />
5. Klik OK.<br />
6. Jika diperlukan masuk kembali ke dalam kotak dialog TCP/IP Properties, klik tab Gateway,<br />
masukkan nomor alamat server.<br />
7. Klik OK.<br />
8. Jika diperlukan untuk mengaktifkan Windows Internet Naming Service (WINS) server, kembali<br />
ke dalam kotak dialog TCP/IP Properties, klik tab WINS Configuration, dan klik Enable<br />
WINS Resolution serta masukan nomor alamat server.<br />
9. Jika diperlukan untuk mengaktifkan domain name system (DNS), kembali ke dalam kotak<br />
dialog TCP/IP Properties, klik tab DNS Configuration, klik Enable DNS, masukkan nomor<br />
alamat server.<br />
10. Klik OK.<br />
Gambar 2.5. Gateway Gambar 2.6. Wins<br />
Gambar 2.7. Wincfg<br />
Kuliah Umum IlmuKomputer.Com<br />
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com<br />
15<br />
Konfigurasi Jaringan Windows 2000<br />
Cara mengkonfigurasi jaringan Windows 2000 adalah sebagai berikut :<br />
Klik Start, Settings, Network dan Dial-up Connection<br />
Gambar 3.1. Control Panel<br />
Klik kanan pada Local Area Connection, kemudian pilih Properties, kotak dialog Local Area<br />
Connection Properties akan tampil seperti berikut :<br />
Gambar 3.2. Tab Properties<br />
Pilih Internet Protocol {TCP/IP}<br />
Pilih Properties, tampilan jendela yang akan terlihat adalah sebagai berikut:<br />
Kuliah Umum IlmuKomputer.Com<br />
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com<br />
16<br />
Gambar 3.3. Jendela TCP/IP Properties<br />
Menampilkan File dan Printer Sharing<br />
Untuk menampilkan file, printer dan dokumen atau data lain yang telah disharing prosedur yang<br />
harus dilakukan adalah sebagai berikut :<br />
1. Pilih MyNetwork Places atau Network Neighborhood.<br />
2. Pilih Entire Network.<br />
3. Klik Workgroup. Klik 2 kali nama komputer yang ada di Workgroup.<br />
Referensi<br />
1. Purbo Onno W., TCP/IP Standar, Desain dan Implementasi, Elek Media Komputindo, Jakarta,<br />
2001.<br />
2. Purbo Onno W., Teknologi Warung Internet, Elek Media Komputindo, Jakarta, 1999.<br />
3. Tutang, Kodarsyah, Belajar Jaringan Sendiri, Medikom, Jakarta, 2001.<br />
4. Suryadi, TCP/IP dan Internet Sebagai Jaringan Komunikasi Global, Elek Media Komputindo,<br />
Jakarta, 1997.<br />
5. Microsoft Corp., Microsoft Windows98 Training Kit, Microsoft Press, 1998.<br />
6. Microsoft Corp., Networking Essentials Plus 3rd Edition, Microsoft Press, 1999.<br />
7. Wang Wei, Wang Wei’s MCSE Tutorial on Networking Essential.</p>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fanez.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fanez.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fanez.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fanez.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fanez.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fanez.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fanez.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fanez.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fanez.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fanez.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fanez.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fanez.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fanez.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fanez.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fanez.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fanez.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fanez.wordpress.com&amp;blog=2278884&amp;post=37&amp;subd=fanez&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fanez.wordpress.com/2008/04/30/teknik-konfigurasi-lan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed93f534d54159c30acbadb77bed2b3d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">fanez</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masih sekitar antena wajan. Experimen hari ini yang menjawab 4 hal, power loss, data loss, pozenk loss, dan money loss.</title>
		<link>http://fanez.wordpress.com/2008/03/27/masih-sekitar-antena-wajan-experimen-hari-ini-yang-menjawab-4-hal-power-loss-data-loss-pozenk-loss-dan-money-loss/</link>
		<comments>http://fanez.wordpress.com/2008/03/27/masih-sekitar-antena-wajan-experimen-hari-ini-yang-menjawab-4-hal-power-loss-data-loss-pozenk-loss-dan-money-loss/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 11:08:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fanez</dc:creator>
				<category><![CDATA[pemrograman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fanez.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[August 2, 2007 &#124; Para “WiFi-er” “ngeyel-er” yang membikin antena wajan maupun kaleng susu mash banyak yang menyampaikan masalah. Kalau dirangkum dan disimpulkan masalahnya bisa dikategorikan dalam 4 hal, yang semuanya diakibatkan oleh sebuah keinginian “memperpanjang kabel USB agar bisa dinaikkan ke atas atap atau tiang agar mendapatkan posisi LOS”. Ada baiknya kita lihat dokumen [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fanez.wordpress.com&amp;blog=2278884&amp;post=35&amp;subd=fanez&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><a href="http://www.dhegleng.or.id/qe3/index.php/2007/08/02/masih-sekitar-antena-wajan-experimen-hari-ini-yang-menjawab-4-hal-power-loss-data-loss-puzink-loss-dan-money-loss/"><br />
</a></h1>
<p>August 2, 2007 |</p>
<p><!--[if gte vml 1]&amp;gt;                                                    &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/LabInfo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/02/clip_image001.jpg" alt="RJ-45 plus LM-7805" align="left" height="240" width="320" /><!--[endif]-->Para “WiFi-er” “ngeyel-er” yang membikin <a href="http://www.dhegleng.or.id/qe3/wp-content/uploads/2007/06/index.php?p=image_00068.jpg" target="_blank" title="Wajan mbolik plus wave guide">antena wajan</a> maupun <a href="http://www.dhegleng.or.id/WiFi/kaleng-susu.jpg" target="_blank" title="USB WiFi adapter plus kaleng susu">kaleng susu</a> mash banyak yang menyampaikan masalah. Kalau dirangkum dan disimpulkan masalahnya bisa dikategorikan dalam 4 hal, yang semuanya diakibatkan oleh sebuah keinginian “memperpanjang kabel USB agar bisa dinaikkan ke atas atap atau tiang agar mendapatkan posisi LOS”. Ada baiknya kita lihat <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/USB" target="_blank" title="a b c nya USB">dokumen pintar ini</a> dulu, yo ndes, qe3.</p>
<p><b>1. Power loss</b><br />
<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/USB#Power" target="_blank" title="Power USB">Power di dalam port USB</a> tidak didesign untuk kabel panjang, selain itu juga arus nya terbatas. Ketika jancuk-er WiFi memperpanjang kabel sampai puluhan meter, maka resiko power loss akan dihadapi, apalagi juga USB WiFi device mengkonsumsi arus yang cukup besar. Jika ini terjadi, USB WiFi adapter tidak akan terdeteksi oleh sistem, bahkan pada OS tertentu akan ada notice “low power”.</p>
<p><!--[if gte vml 1]&amp;gt;     &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/LabInfo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/02/clip_image002.jpg" alt="bagian bawah usb" align="left" height="240" width="320" /><!--[endif]--><!--[if gte vml 1]&amp;gt;     &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/LabInfo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/02/clip_image003.jpg" alt="bagian atas usb" align="left" height="240" width="320" /><!--[endif]--><!--[if gte vml 1]&amp;gt;     &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/LabInfo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/02/clip_image004.jpg" alt="injection power" align="left" height="240" width="320" /><!--[endif]--><!--[if gte vml 1]&amp;gt;     &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/LabInfo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/02/clip_image005.jpg" alt="7805 di atas" align="left" height="240" width="320" /><!--[endif]--><!--[if gte vml 1]&amp;gt;     &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/LabInfo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/02/clip_image006.jpg" alt="7805 dimasukkan kotak" align="left" height="240" width="320" /><!--[endif]--><!--[if gte vml 1]&amp;gt;     &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/LabInfo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/02/clip_image007.jpg" alt="ditambah pendingin dan elco" align="left" height="240" width="320" /><!--[endif]--><!--[if gte vml 1]&amp;gt;     &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/LabInfo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/02/clip_image008.jpg" alt="di bawah dikasih indikator power LED" align="left" height="240" width="320" /><!--[endif]--><b>2. Data loss</b><br />
Di dalam <a href="http://www.usr.com/download/whitepapers/usb-vs-ethernet.pdf" target="_blank" title="USB Transfer rates">literatur lain</a> disebutkan bahwa USB V 1.0 speed nya 1,5 Mbps (low speed), USB V 1.1 speed nya 12 Mbps (full speed), dan USB V 2.0 speednya 480 Mbps (high speed, “tikel patangpuluhe persi siji, ndes, qe3″). <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/USB#USB_signaling" target="_blank" title="USB Data Signaling">Signal data di dalam USB</a> ditransmisikan melalui kabel dengan label D+ dan D-. Normal, signalnya adalah 0.0 s/d 0.3 volt untuk bit low (bit “0″), dan 2.8 s/d 3.6 volt untuk bit high (bit “1″). Kabel yang terlalu panjang yang melanggar “<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/USB#Cables" target="_blank" title="Aturan kabel USB">Undang Undang Perkabelan USB</a>” akan membuat signal data tidak jalan semestinya, misal 3 volt drop jadi 2 volt. chip di dalam USB device tidak bekerja benar. Kalau di Windows umumnya ada pesan “USB device not recognized” klo diterjemahkan bahasa surobayan artinya “kabelmu kedawan, cuk”, qe3.</p>
<p><b>3. Pusing aka pozenk loss </b><br />
Di dalam <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/USB#Cables" target="_blank" title="Aturan perkabelan UB">UU perkabelan USB</a> juga disebutkan bahwa memperpanjang kabel USB lebih dari 5 meter harus pakai <a href="http://www.dhegleng.or.id/qe3/wp-content/uploads/2007/06/image_00019.jpg" target="_blank" title="USB Active Extention Cable">USB active extention cable</a> atau USB active repeater cable. Masalahnya benda ini tidak di setiap kota ada, susah nyarinya. Bahkan ada yang bingung beli dimana, pesan dimana. Akhirnya pusing aka pozenk. <a href="http://www.enoku.com/pusing.gif" target="_blank" title="Pusing, cuk">Frustrasi</a>, qe3.</p>
<p><b>4. Money loss </b><br />
<a href="http://www.dhegleng.or.id/qe3/wp-content/uploads/2007/06/image_00019.jpg" target="_blank" title="USB Active Extention Cable">USB Active Extention cable</a> atau <a href="http://www.cwol.com/usb/usb-active-extension-cable-uc600.htm" target="_blank" title="USB Repeater cable">USB Active repeater cable</a> ternyata harganya <a href="http://cgi.ebay.co.uk/5M-USB-2-0-Active-Repeater-Extension-Cable-Lead-8-99_W0QQcmdZViewItemQQitemZ270145493155" target="_blank" title="Harga Kabel USB Aktif">tidak cukup murah.</a> Berkisar antara Rp 100 ribu s/d Rp 150 ribu. Sudah ratusan ribu susah nyari lagi. Jika kita bisa memperpanjang kabel USB sampai lebih dari 10 meter (yang penting bisa naik di atas atap dan <a href="http://www.pne.net/wirelessbroad.htm" target="_blank" title="Line Of Sight">Line Of Sight</a>, maka akan lebih menghemat pengeluaran uang, jarene londo katrok “<a href="http://www.usbwifi.orcon.net.nz/" target="_blank" title="WiFi orang miskin, qe3">Poor Man`s WiFi</a>“, qe3. Poor man harus irit, yo ra cuk!?</p>
<p><b>HASIL EKSPERIMEN HARI INI </b><br />
Dalam eksperimen ini saya dibantu sepenuhnya dengan staff saya, terutama Kadri (Irdak), karena mata saya sudah susah melihat benda yang ukurannya di bawah 1 mm, urusan nyolder, ndes, qe3. Saya lihat barang apa yang ada dan bekas. Saya suruh potong kabel RJ-45 10 meter, eh lebih, yah tanggung gak usah dipotong ajah, jadi kabel RJ-45 12 meter. Diilhami juga konsep <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Power_over_Ethernet" target="_blank" title="POE">POE</a> untuk kabel UTP, yah karena USB butuh poer 5 volt, kita cari IC regulator 5 volt, dapat seri <a href="http://www.tranzistoare.ro/datasheets/228/390068_DS.pdf" target="_blank" title="7805 datasheet">7805</a> 1 biji, dengan current max 1000 mA, cukuplah. Nah 7805 akan mengatasi masalah Power Loss. Di dalam <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/USB#Cables" target="_blank" title="USB Cabling">UU Perkabelan USB</a> ada disebutkan “jika memakai kabel CAT-5″ dan “repeater” signal data di kabel akan lebih jauh sampai 50 meter. Saya juga melihat kata “electromagnetic noise”, jadi saya pikir tidak berlebihan jika saya memutuskan untuk 12 meter UTP cat-5 serta D+ dan D- dalam satu kabel plintiran di UTP CAT-5, tanpa USB Active Extention Cable ataupun Repeater Active. Kita pilih USB Adapter yang chpsetnya <a href="http://zydas.rapla.net/" target="_blank" title="Zydad chipset">Zydas ZC1211 atau chipset Zydas ZD1211</a> (antara lain dipakai oleh <a href="http://www.prolink.co.id/products/wg2000.htm" target="_blank" title="PROLINK USB WiFi Adapter">PROLINK USB Adapter</a>), yang kononnya inputnya cukup sensitif terhadap signal, dan konsumsi powernya cukup rendah, dan ukurannya sangat mungil (hanya sebesar jari). Antena nya tetap, pakai wajan atau kaleng susu.</p>
<p><b>CARA MERANGKAINYA </b><br />
Kabel UTP RJ-45 12 meter kupas bagian luarnya di kedua ujungnya, sekitar 5 cm. Selain kabel orange, coklat, hijau dan hijau setrip, buang semuanya. Hijau dan hijau setrip adalah kabel dalam satu pilinan/plintiran. Kabel bawaan USB adapter potong, ambil konektornya saja, sisakan sekitar 10 cm dari konektor. Kupas kedua duanya sehingga nampak kabel warna merah, hijau, putih, dan coklat.<br />
<b>Di bagian atas</b>, kabel coklat disambung ke hitam, kabel hijau disambung ke hijau, kabel hijau setrip disambung ke putih, dan kabel orange disambung ke Vin IC 7805 (kaki paling kiri), Vout 7805 (kaki paling kanan) disambung ke kabel merah, ground 7805 (kaki tengan) disambung ke kabel hitam. Ada baiknya juga antara Vout 7805 dan V- (kabel hitam) dikasih elco (electrolit condensator) 100uF/12V. 7805 dikasih pendingin, banyak dijual di toko. Kalau sudah disolder mantap, masukkan kotak plastik yah sebesar bungkus rokok, diikat kuat dan dicor misalnya dengan solder plastik. Akhirnya yang nampak bagian atasa adalah seperti gambar, dengan konektor USB “wedok” keluar dari kotaknya.<br />
<b>Di bagian bawah</b>. Kabel RJ-45 coklat disambung ke hitam, hijau ke hijau, hijau setrip ke putih, dan orange tidak disambungkan, biarkan keluar dari jalur sambungan. Ambil kabel sekitar 10 cm, ujung satunya disambung ke kabel hitam, ujung lainnya biarkan keluar dari jalur sambungan, bersama sama dengan kabel orange, jadi ada 2 kabel yang nantinya keluar dari kabel sambungan. Kabel inilah yang nantinya untuk menyuntikkan power 12 volt dari CPU atau adaptor lainnya.</p>
<p class="MsoNormal">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fanez.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fanez.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fanez.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fanez.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fanez.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fanez.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fanez.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fanez.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fanez.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fanez.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fanez.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fanez.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fanez.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fanez.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fanez.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fanez.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fanez.wordpress.com&amp;blog=2278884&amp;post=35&amp;subd=fanez&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fanez.wordpress.com/2008/03/27/masih-sekitar-antena-wajan-experimen-hari-ini-yang-menjawab-4-hal-power-loss-data-loss-pozenk-loss-dan-money-loss/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed93f534d54159c30acbadb77bed2b3d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">fanez</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
